Selasa, 12 April 2011

PENGARUH AGAMA TERHADAP KEHIDUPAN

PENGARUH AGAMA TERHADAP KEHIDUPAN

1.1.      Pengertian Agama
Agama menurut KBBI[1] adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut.

Kata "agama" berasal dari bahasa Sansekerta āgama yang berarti "tradisi".[1]. Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.

Definisi tentang agama dipilih yang sederhana dan meliputi. Artinya definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit atau terlalu longgar tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannnya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa diluar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan, Dewa, God, Syang-ti, Kami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige dll.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri , yaitu :
·         Menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan
·         Menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan

Dengan demikian diperoleh keterangan yang jelas, bahwa agama itu penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

1.2.      Pengaruh Agama dalam Kehidupan
Agama menciptakan lingkungan moral yang sangat aman dan nyaman. Sikap anarkis yang menyebabkan kerusakan pada bangsa dan negara terhenti sama sekali karena rasa takut kepada Allah. Orang tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan ataupun berbuat kerusuhan. Orang-orang yang memegang nilai-nilai moral siap bangkit bagi bangsa dan negaranya serta tidak hendak berhenti untuk berkorban. Orang-orang semacam ini selalu berusaha untuk kesejahteraan dan keamanan negaranya.

         Dalam kehidupan sehari-hari, kita menyaksikan berbagai ragam agama dan kepercayaan hidup menusia. Tetapi, bagaimanapun ragam dan jumlahnya, dia dapat kita golongkan kedalam dua kelompok, yaitu:agama yang lahir atas dasar wahyu (agama wahyu) agama yang lahir atas dasar budaya manusia.

         Agama wahyu ialah agama yang dalam ajarannya diatur menurut wahyu Allah, malalui Nabi dan dengan Kitab Suci yang diterimanya dari Allah. Sementara Agama atau kepercayaan budaya, ia lahir atas hasil perkembangan zaman, seirama dengan tingkat berfikir dan kebutuhan manusia. Bentuk agama atau kepercayaan budaya yang demikian kebudayaanlah yang melahirkannya. Sementara pendapat lain menyebutkan bahwa semua agama adalah hasil budaya manusia. Masalahnya, pendapat akhir ini terpengaruh pada teori bahwa kehadiran manusia yang berbudaya dan beragama, juga adalah hasil perkembangan evolusi alam, dimana manusia hari ini adalah hasil rentetan panjang dari perkembangan mansuia purba yang terpaut oleh fase demi fase.

          Namun pada hakekatnya hanya ada satu agama yang hak, sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam ayat yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, Muhammad saw, dalam surah Al-`Imran:19
“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.”

         Dari sini kita dapat beralih kepada kesimpulan bahwa agama wahyu yang kita maksud adalah agama samawi dan tentunya dari potongan ayat diatas dengan jelas menyatakan hanyalah Islam agama yang diridhoi oleh-Nya. Dus, Islam bukan hanya agama spiritual atau mengurusi masalah-masalah akidah saja, malainkan juga merupakan agama yanag bisa memberikan inspirasi pada pemeluknya untuk menyusun konsep tentang kenegaraan, pedoman berperilaku yang luhur, sebagai titian mengarungi kehidupan dan sebagai undang-undang dalam bermasyarakat. Apabila makna hakiki akidah benar-benar tertanam pada kalbu seseorang dan telah memancarkan nur hidayah keTuhanan maka ia merupakan sumber bagi setiap kebajikan. Dan apabila sinar cahaya ibadah menyinari seseorang dan telah mampu memberikan suatu perasaan halus pada indranya maka hal itu sudah memasuki pendidikan dan pengajaran perliku sesorang, menjunjung tinggi norma dan nilai kemasyarakatan yang penuh dengan kebajikan dan berorientasi pada kemajuan, dan mempunyai beban moral untuk mengajak kepada masyarakat sekitarnya untuk selalu beribadah kepada Allah secara ikhlas.

         Agama sesungguhnya tidak mudah diberikan definisi atau dilukiskan, karena agama mengambil beberapa bentuk yang bermacam-macam diantara suku-suku dan bangsa bangsa di dunia. Watak agama adalah suatu subyek yang luas dan kompleks yang hanya dapat ditinjau dari pandangan yang bermacam-macam dan membingungkan. Akibatnya, terdapatlah keanekaragaman teori tentang watak agama seperti teori antropologi, sosiologi, psikologi, naturalis dan teori kealaman.

Dalam bahasa Arab agama disebut ‘Din’ yang secara bahasa berarti ketaatan, perilaku, hukum dan peraturan dsb. Dalam istilah, Din berarti keyakinan kepada Sang Pencipta manusia dan alam semesta serta ajaran-ajaran amaliah yang sesusai dengan keyakinan ini. Atas dasar ini orang yang tidak meyakini adanya Sang Pencipta dan menganggap segala fenomena alam ini sebagai kejadian spontan atau semata-mata terjadi karena interaksi alam natural disebut sebagai orang yang tak beragama (ateis). Sebaliknya orang yang menyakini adanya Sang Pencipta alam semesta disebut sebagai orang yang beragama. Sekalipun keyakinannya atas ritual-ritual agamanya mengalami penyimpangan dan khurafat. Maka dari itu, agama terbagi menjadi hak dan batil.Din juga dapat didefinisikan sebagai peraturan Allah yang membawa orang-orang berakal kearah kebahagiaan dunia dan akhirat, yang mencakup masalah aqidah dan amal. Ia adalah suatu sistem yang mencakup peraturan-peraturan yang menyeluruh, serta merupakan “undang-undang” yang lengkap dalam semua urusan hidup manusia untuk kita terima dan mengamalkannya secara total.

Agama adalah tata-tertib yang mengatur hubungan antara makhluk dengan Kahlik-Nya. Ia mengandung petunuk-petunjuk hidup manusia duniawi dan ukhrawi. Sebagian orang memberi penilaian benar atau tidaknya sebuah agama, sengat tergantung pada kehadiran Kitab Sucinya, kenabian, kelengkapan Syari`at, serta ketaatan penganutnya terhadap Khalik yang dianutnya. Masalahnya, karena hal agama adalah hak asasi yang paling mendasar dan manusia bebas memilih.

Di kalangan para ahli, ada kajian-kajian tingkatan beragama. Tingkatan tersebut, yaitu:
Pertama, Fiqh
Yang mengatur tata cara beragama adalah fiqh. Karena itulah, para ulama sepakat menjadikan ilmu fiqh fardhu ‘ain untuk dituntut. Ilmu fiqh merupakan ilmul hal, yaitu ilmu yang selalu berkaitan dengan kehidupan keseharian kita. Mulai dari kita lahir hingga meninggal dunia, maka fiqh lah yang bekerja. Dengan ilmu fiqh, maka ada standard untuk kita melaksanakan berbagai macam amal ibadah. Kalau kita mau bekerja dengan rapi, maka harus ada SOP (Standard Operasional Prosedur). Dalam hal ini, fiqh merupakan SOP kita dalam melakukan berbagai macam amal ibadah. Semuanya bermula dari fiqh, dan karena itu fiqh tidak boleh kita tinggalkan.

Kedua, Sufistik (Tasawwuf)
Untuk bisa beragama secara holistik (menyeluruh), maka kita naik ke tingkat selanjutnya, yaitu tingkat sufistik (tasawwuf), yang disebut sebagai mystical approach (pendekatan sufistik). Ketika kita salat, ternyata Allah hadir di dalam diri kita. Kadang-kadang pikiran kita ke mana-mana ketika menunaikan ibadah salat. Kalau ketika salat kita ingat di pasar, maka berarti tasawwufnya belum ada. Pada saat seseorang salat, jika fiqh dilengkapi dengan tasawwuf, maka sebenarnya ada dialog di dalam salatnya itu. Di dalam setiap ayat dan bacaan-bacaan yang kita lafazkan ketika salat, itu sebenarnya ada sahut-sahutan dengan malaikat, namun kita tidak mendengar sahutan dari malaikat tersebut. Karena itulah, janganlah terlalu cepat ketika kita melafazkan bacaan-bacaan salat tersebut. Lafaz-lafaz ketika salat harus kita baca secara tertib. Maka dengan dimensi sufistik ini, maka sifat-sifat Allah akan mengalir, energi-energi tersebut akan mengalir di dalam diri dan kehidupan kita.

Sudah banyak kajian-kajian tentang kecerdasan emosional, dan itu sudah masuk ke dalam manajemen bisnis. Ada buku yang ditulis oleh seorang ahli di bidang komunikasi tentang kecerdasan emosional yang sering dirujuk oleh para komunikator. Ia mengatakan, kalau seseorang mempunyai kecerdasan emosional, maka ucapannya itu akan memiliki resonansi, akan memiliki vibrasi (getaran). Dari resonansi itu, ketika dia menyalurkan sifat kasih sayang, maka sifat kasih sayangnya itu menempel kepada orang tersebut. Ketika dia menyalurkan sifat sabar, maka sifat sabarnya itu menempel kepadanya. Ketika dia menyalurkan sifat ikhlas, maka sifat ikhlasnya itupun menempel kepadanya. Terjadinya komunikasi seperti ini, antara lain dengan pendekatan spiritual emosional. Ilmu tasawwuf mengatur kita dalam hal ini, sehingga kita mempunyai spirit, mempunyai jiwa.

Menurut suatu penelitian, seorang pimpinan yang memiliki kecerdasan emosional, maka akan menyebabkan karyawannya bekerja secara produktif. Hal ini dikarenakan karyawannya merasa ada aliran energi yang baik yang diisikan kepada mereka, yang kemudian menjadikan mereka bisa bekerja dengan penuh semangat dan gairah. Yang masuk ke dalam diri mereka adalah virus-virus yang disebut oleh David McClelland sebagai Need of Achievement, yaitu semangat untuk membangun. Karena itulah, dalam hal ini pemimpin menjadi sangat penting. Ketika virus yang dimasukkannya adalah virus negatif (virus yang buruk): seperti rasa benci, iri, dengki, hasud, maka orang yang dimasuki oleh virus tersebut akan error dan hang.